Ads 468x60px

Selasa, 27 Maret 2012

Sukses... [?]

Kegagalan adalah sukses yang tertunda
Pepatah itu selalu kita jadikan pegangan tatkala kita menemui sebuah kegagalan. Entah, tapi aku melihat dari susunan kata yang dipakai pada kutipan di atas, sepertinya ingin menangguhkan atau menggeser sebuah akhir dari proses yang telah dilakukan.
Bagiku, sukses adalah hasil atau bisa pula disebut akhir dari sebuah usaha/ proses. Lawan dari kata sukses tentu saja tidak sukses ;-)atau dengan kata lain gagal. Sedangkan kata belum sukses ataupun sukses yang tertunda hanyalah usaha untuk memotivasi diri agar tidak terlalu kecewa dengan kegagalan yang ‘harus’ dihadapinya.
Seperti pepatah di awal bahasan kita, bahwa ia hanyalah sebuah kalimat yang bertujuan memanipulasi arti sebenarnya agar kita tidak kecewa dengan kenyataan yang sebenarnya bahwa hasil usaha yang kita harapkan, ternyata tidak tercapai.
Maka, lebih adil kurasa jika pepatah “kegagalan adalah sukses yang tertunda”, diganti dengan ;
Kegagalan adalah sukses yang tidak kesampaian
Bukan bermaksud melucu dengan penggantian ungkapan itu, tapi terus terang kutipan itu dulu kudapat dari sebuah novel remaja yang berkategori ‘lucu’ sih. Dari novel Lupus karya Hilman yang sangat populer pada zamannya (duhh, kesannya tua banget).
Kutipan versi si Lupus ini menurutku adalah sebuah ungkapan yang lebih adil, karena ia merupakan ungkapan kenyataan yang sebenarnya. Hasil sebuah usaha/ proses kalau bukan kesuksesan, ya berarti sebuah kegagalan, dengan kata lain ‘kesuksesan yang gak tercapai’, bukan yang ‘tertunda’.
Dan memang, ungkapan si Lupus itu tidak bisa dijadikan kata motivasi untuk menyemangati kita, ia hanya berperan untuk menyadarkan diri bahwa demikianlah kenyataan yang sebenarnya.
Sekarang, sedikit beralih ke sudut pandang lain. Abaikanlah kutipan mana yang akan kau pilih, namun tetapkanlah bahwa sukses itu memang berada di akhir sebuah proses. Tak peduli apakah kau akan menggeser atau menangguhkan letak ‘akhir’ tersebut (ini berarti kau menemui kegagalan, dan berusaha berkompromi memulai proses baru) ataukah menetapkan sesuai tempatnya.
Aku hanya ingin berbagi sudut pandangku melihat hal ini.
Tak peduli dimana kau meletakkan akhir dari semua usahamu, namun lebih baik jangan kau letakkan kesuksesanmu di akhir usahamu.
Letakkanlah suksesmu pada proses yang sedang kau jalani, bukan pada hasilnya
Bukan bermaksud membuatmu ‘bingung’, namun baiklah akan ku urai maksud dari ungkapanku ini.
Aku memandang bahwa sukses (akhir dari proses) itu terletak di masa depan (dan emang bener dong), dan masa depan adalah sesuatu yang ghaib (jangan berpikiran yang serem – serem dulu deh).
Dan yang namanya ghaib, jelas bukan bagian kita untuk mengurusnya, kita hanya diwajibkan untuk percaya dan meyakini bahwa sesuatu yang ghaib itu memang benar ada.
Kita memang diberi pengetahuan tentang hal ghaib oleh Allah SWT, namun pengetahuan itu hanya ‘sedikit’.
Entah bagaimana kamu mengartikan kata sedikit itu, apakah sedikit orang yang mengetahui ataukah bagian dari yang ghaib itu yang sedikit diketahui. Jadi, daripada kita disibukkan mengurusi sesuatu yang sudah jelas kita dibatasi untuk sekadar mengetahuinya, mengapa tidak kita cukupkan saja hanya dengan meyakininya.
Sekarang kita terapkan sikap kita dalam menyikapi sesuatu yang ghaib kedalam permasalahan yang dari tadi kita bicarakan.
Daripada kita disibukkan dengan harapan sukses yang ingin kita raih, mengapa tidak kita nikmati saja perjalanan menuju kesuksesan itu. Jika kita mampu menikmati usaha atau apapun proses yang sedang kita jalani untuk meraih harapan sukses, sejatinya kita telah benar – benar “sukses”, tak peduli akan hasil yang akan kita raih nanti. Dan jika hasil dari usaha kita ternyata sesuai dengan harapan, maka anggaplah suatu nilai lebih bagi kesuksesan kita. Namun jika hasil yang kita raih tak sesuai dengan harapan, maka yakinlah itu tak akan bisa membuatmu kecewa.
Selain itu, patut kita renungkan bahwa jika orientasi kita hanya pada hasil, belum tentu juga kan kita masih diberi ‘waktu’ untuk menikmatinya. Misalnya saja ketika kita merencanakan meraih sukses dalam kurun waktu setahun kedepan, belum tentu juga kan usia kita akan sampai kesana. Ingat, usia juga merupakan hal ghaib (yang sudah jelas kita tak punya wewenang mengaturnya).
Jadi daripada menunggu sukses yang kita rencanakan setahun lagi, mengapa tidak kita maksimalkan saja usaha yang kita jalani setiap hari dan ‘nikmatilah’ itu.

0 komentar:

Posting Komentar